Program Wirausahawan KINETIK Sweef senilai $AUD3.4 juta, dirancang oleh dana investasi berdampak yang dipimpin oleh perempuan Sweef Capital, menyediakan lokakarya untuk hingga 100 usaha kecil yang bergerak di bidang ekonomi hijau.
Bisnis-bisnis tersebut diajarkan segala hal mulai dari manajemen keuangan dan strategi bisnis hingga cara menyusun pesan merek, mengidentifikasi audiens target, dan menggunakan alat AI.
Salah satu bisnis yang berpartisipasi adalah WaterHub, sebuah perusahaan rintisan yang menyediakan stasiun pengisian ulang air minum di area publik untuk mengurangi penggunaan botol air plastik dan meningkatkan akses terhadap air bersih di daerah terpencil.
WaterHub, yang saat ini beroperasi di Jabodetabek, Bali, dan Bandung, memproses air minum dari air laut, air tanah, dan air hujan.
Pendiri dan CEO Lyonda Huwaidi mengatakan WaterHub mengambil bagian dalam Program Wirausahawan KINETIK Sweef untuk membantu perusahaan rintisan itu berekspansi ke lebih banyak wilayah, terutama di daerah terpencil dan pesisir.
“Dengan berpartisipasi dalam program ini, kami berharap dapat memberikan dampak yang lebih besar.”
Ibu Huwaidi mengatakan ada banyak hal yang dapat dimanfaatkan WaterHub dari program tersebut termasuk membuat koneksi, akses ke jaringan, dan bimbingan.
WaterHub telah belajar banyak tentang tantangan logistik dalam pengiriman peralatan dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan konteks masyarakat setempat.
“Ketika kami melihat berbagai hal di lembar kerja Excel, semuanya tampak lancar, tetapi pada kenyataannya kami menghadapi berbagai kendala.”
Dia mengatakan konsentrasi zat terlarut dalam air dapat bervariasi secara signifikan, misalnya, tergantung pada sumbernya.
“Ini adalah salah satu pelajaran utama yang kami pelajari dari Sweef Capital. "
Hingga 20 wirausahawan wanita yang mengesankan akan dipilih dari 100 UKM yang berpartisipasi dalam program ini untuk menjadi Rekan KINETIK.
Para Fellow ini akan menerima saran khusus dan pendanaan untuk mempercepat pertumbuhan mereka selama tiga tahun ke depan.
Pada tahun 2024, sebuah survei terhadap lebih dari 500 wirausaha perempuan di Indonesia menemukan lebih dari separuhnya menyoroti kesulitan dalam mengakses mentor dan komunitas pendukung untuk berbagi pengalaman dan sumber daya.

Pendiri dan CEO WaterHub Lyonda Huwaidi. Foto: JEFRI TARIGAN
Survei yang dilakukan oleh Boston Consulting Group dan Stellar Women menemukan tantangan ini khususnya terasa bagi perempuan yang bermukim di luar Jakarta, karena sebagian besar jaringan dan komunitas pendukung terpusat di ibu kota.
Program Wirausahawan KINETIK Sweef diluncurkan pada tanggal 14 Maret di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia.
Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Gita Kamath mengatakan, membuka potensi wirausaha perempuan sangat penting bagi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan urat nadi perekonomian Indonesia, jumlahnya sekitar 65 juta dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto Indonesia.
Mengingat 64.5 persen di antaranya dikelola oleh perempuan, berinvestasi dalam potensi wirausaha perempuan yang belum dimanfaatkan merupakan keharusan ekonomi.
“Kami gembira dapat membantu wirausaha perempuan di bidang ekonomi hijau untuk berkembang dan berkontribusi pada kemakmuran ekonomi Indonesia,” kata Ibu Kamath.

ReservoAir, perusahaan rintisan yang merancang produk untuk mengurangi limpasan dari bangunan dan mencegah banjir, juga berpartisipasi dalam Program Pengusaha KINETIK Sweef.
Kepala Eksekutif Sabrina Farah Salsabilla mengatakan bahwa seperti banyak pendiri perusahaan rintisan, ia memiliki latar belakang teknis daripada bisnis.
"Dengan Sweef Capital“Dengan sistem manajemen pembelajaran, perusahaan rintisan seperti kami dapat belajar lebih dari sekadar produk dan keahlian teknis, serta memperoleh wawasan berharga tentang cara membangun dan meningkatkan skala bisnis secara efektif,” kata Ibu Salsabilla.
“Startup kami masih menghadapi banyak tantangan di Indonesia dan kami yakin bahwa dengan dukungan yang berdedikasi di bidang iklim dan gender, kami dapat membuat kemajuan yang signifikan dan lebih siap saat mencari pendanaan di masa mendatang.”
Tujuan dari Program Wirausahawan Sweef KINETIK adalah untuk menciptakan jaringan bisnis yang dipimpin perempuan di Indonesia yang siap untuk investasi.
Anggota Jaringan Penasihat Perempuan KINETIK Ratna Kartadjoemena adalah ketua Yayasan Paloma Sjahrir, sebuah lembaga nirlaba yang berfokus menghubungkan UKM yang dipimpin perempuan dengan mitra strategis dan investor.
Ibu Kartadjoemena mengatakan perempuan memainkan peran utama dalam ekonomi hijau. “UKM Indonesia sudah membentuk masa depan,” katanya.
“Yang mereka butuhkan sekarang adalah dukungan yang tepat untuk berkembang dan maju sehingga mereka dapat berkontribusi sepenuhnya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.”