Sweef CapitalAlat Gender ROI™ dari _Gender ROI™_ membantu perusahaan dan investor mengevaluasi dan meningkatkan kesetaraan dan inklusi gender di seluruh operasi mereka. Alat ini membantu perusahaan memahami bagaimana praktik inklusif gender dapat membuka nilai finansial selain inklusi sosial.
Pada lokakarya baru-baru ini yang diselenggarakan oleh Sweef Capital dan KINETIK, perusahaan rintisan berkumpul untuk mengeksplorasi bagaimana alat ini dapat membantu mereka.
Apa itu Gender ROI™ dan mengapa itu penting?
Sebagian besar bisnis saat ini sepakat bahwa kesetaraan gender itu penting. Namun, sangat sedikit yang tahu cara mengukurnya, apalagi meningkatkannya.
Di sinilah alat Gender ROI™ (yang merupakan singkatan dari Ketahanan, Peluang, dan Inklusi) berperan. Dikembangkan oleh Sweef Capital, alat ini membantu perusahaan mengevaluasi inklusivitas gender mereka, melacak kemajuan dari waktu ke waktu, membangun rencana aksi 100 hari dan strategi jangka panjang, serta menunjukkan komitmen mereka kepada investor, penyandang dana, dan komunitas.
Gender ROI™ selaras dengan Kriteria 2X, seperangkat standar investasi yang dikembangkan oleh lembaga keuangan pembangunan sebagai bagian dari inisiatif global untuk memobilisasi modal bagi pemberdayaan ekonomi perempuan.
Alat ini digunakan di seluruh Sweef CapitalProses investasi, dari mengidentifikasi potensi hingga melacak kemajuan dan mengukur dampak.

Peserta workshop Program KINETIK Sweef Entrepreneurs. Foto: JEFRI TARIGAN
“Salah satu tantangan yang sering kita hadapi adalah bahwa ‘inklusi gender’ terasa abstrak,” Sweef CapitalKepala Pengukuran dan Manajemen Dampak serta Kemitraan Strategis, Bri Losoya-Evora, menyampaikan hal tersebut dalam lokakarya tersebut.
Banyak yang berpikir ini hanya tentang bisnis yang dimiliki perempuan, dan meskipun itu penting, itu bukan gambaran keseluruhan. Kami melihat lebih dari sekadar kepemilikan.
Penelitian ini menggali lebih dalam, mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah perempuan terlibat dalam pengambilan keputusan? Apakah produk Anda memenuhi kebutuhan perempuan? Apakah rantai pasok Anda inklusif?
Melihat lebih dekat pada kerangka kerja
Gender ROI™ mengevaluasi perusahaan melalui dua area utama:
Keempat dimensi Perusahaan melihat semua tingkat di mana nilai bagi perempuan dapat diwujudkan:
- Kepemimpinan:Apakah perempuan terwakili dalam kepemilikan dan peran senior?
- Tenaga kerjaApakah praktik perekrutan, retensi, dan promosi inklusif?
- Rantai nilai:Apakah pemasok dan pelanggan inklusif gender?
- Masyarakat:Apakah perusahaan mempromosikan kesetaraan gender untuk meningkatkan kesejahteraan wanita?
Dimensi perusahaan diukur melalui tiga pilar hasil:
- Ketahanan:Apakah pemberdayaan ekonomi perempuan memungkinkan mereka mengakses sumber daya dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan dan keluarga mereka?
- KesempatanApakah perempuan memiliki akses yang setara terhadap partisipasi ekonomi?
- PencantumanApakah hambatan sistemik sedang diatasi?
Hal ini dinilai melalui 24 indikator, mulai dari kebijakan kesetaraan upah dan GBV (Kekerasan Berbasis Gender) hingga ketahanan iklim dan pengadaan yang responsif gender. Setiap indikator diberi skor pada skala 0–5, dengan poin bonus bagi bisnis yang melampaui target (terutama untuk usaha mikro dan kecil).
“Ini bukan tentang kesempurnaan, ini tentang kemajuan,” ujar Ibu Losoya-Evora dalam lokakarya tersebut.
Hasil penilaian Gender ROI™

Alat daring, tersedia gratis di app.equilo.io/ROI, menyediakan visualisasi data hasil penilaian, seperti bagan laba-laba ini.
Menghindari efek “Gender Halo”
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap bisnis Anda sudah inklusif hanya karena dipimpin perempuan atau memiliki banyak pelanggan perempuan. Ibu Losoya-Evora menyebut hal ini sebagai efek "halo gender".

Seorang peserta KINETIK Sweef memamerkan tempat kartu berbahan dasar jamur, sebuah inovasi ramah lingkungan dan bebas kulit yang terbuat dari miselium. Foto: JEFRI TARIGAN
Alat Gender ROI™ mendorong pemikiran semacam ini dengan mengajukan pertanyaan yang jujur, terkadang tidak nyaman, seperti apakah perempuan dipromosikan, apakah pemasaran Anda menghindari stereotip, dan apakah tempat kerja Anda terasa aman.
Dengan menanamkan kesetaraan gender ke dalam operasi, bisnis dapat memasuki pasar baru, menarik bakat yang beragam, dan membangun kepercayaan dengan pelanggan dan investor.