CEO Institut Keuangan Berkelanjutan Australia Kristy Graham menjadi pembicara tamu pada Dialog Keuangan Iklim perdana KINETIK.
Tujuan dialog ini adalah untuk mempertemukan sejumlah pakar keuangan iklim dari sektor publik, swasta, dan filantropi guna berbagi wawasan dan mengembangkan kemitraan yang bertujuan untuk mempercepat investasi dalam ekonomi hijau di Indonesia.
Ibu Graham menyampaikan kepada Dialog bahwa pekerjaan ASFI difokuskan pada upaya mendapatkan sumber daya modal dalam jumlah besar – mulai dari dana pensiun, bank, perusahaan asuransi, dan pemerintah – untuk berinvestasi pada aset yang akan menciptakan dampak lingkungan dan sosial.

ASFI didirikan tiga setengah tahun lalu atas permintaan bank dan perusahaan asuransi terbesar di Australia yang menghadapi pertanyaan dari investor Eropa tentang bagaimana mereka mengelola risiko terkait lingkungan, sosial, dan iklim.
Ibu Graham mengatakan pertumbuhan keuangan berkelanjutan di Australia membutuhkan pengaturan kebijakan dan peraturan serta penggunaan keuangan campuran untuk mempercepat aliran modal menuju peluang berkelanjutan.
Peran taksonomi keuangan berkelanjutan Indonesia dalam membantu negara ini mencapai tujuannya yakni pertumbuhan ekonomi 8 persen dan kemandirian energi diangkat dalam beberapa diskusi selama kunjungan Ibu Graham.

Enam puluh persen dari seluruh modal reksa dana dan Dana yang Diperdagangkan di Bursa (ETF) Eropa dialokasikan untuk dana hijau, kata Ibu Graham, dan menarik modal asing akan mendukung tujuan pertumbuhan Indonesia.
Ia mengatakan taksonomi tersebut merupakan buku aturan yang secara kredibel menunjukkan kepada investor internasional apa yang ramah lingkungan di bidang ekonomi yang penting bagi pertumbuhan Indonesia.
Dengan latar belakang di bidang keuangan berkelanjutan dan investasi berdampak di sektor publik dan swasta, Ibu Graham memimpin pekerjaan Pemerintah Australia dengan investor swasta dan institusional untuk memobilisasi modal bagi dampak iklim dan sosial di Australia, Asia Tenggara, dan Pasifik.
Dalam peran ini, ia mendirikan dana investasi berdampak pertama Pemerintah Australia, yang sekarang disebut Investasi Pembangunan Australia, yang dirancang untuk membangun pasar keuangan yang berkelanjutan dan inklusif di Asia Tenggara.
Untuk informasi lebih lanjut tentang karya Ibu Graham, baca profilnya di sini:

Dialog Keuangan Iklim perdana dibuka oleh Rebecca Valentine, Konselor Iklim dan Infrastruktur di Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan dipandu oleh Direktur Teknis KINETIK Robert van Zwieten, yang memoderatori sesi tanya jawab dengan Ibu Graham dan peserta Dialog.
KINETIK ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang berpartisipasi dalam diskusi yang memberi energi, dan kami menantikan acara berikutnya.