Prabowo 'berkomitmen pada pasar karbon'

Dewan Bisnis Indonesia menyelenggarakan diskusi panel di KTT Ekonomi Indonesia tentang peran pasar karbon dalam memajukan pembiayaan iklim dan pertumbuhan berkelanjutan.

Pada bulan September 2023, Indonesia meluncurkan bursa karbon – yang memperdagangkan kredit karbon dan kuota karbon – untuk mengurangi emisi dan mendorong inovasi teknologi hijau. Bursa tersebut dibuka untuk pembeli asing pada tanggal 20 Januari tahun ini, menandai tonggak penting.

Meja bundar tentang peran pasar karbon dalam memajukan pembiayaan iklim. Foto: JEFRI TARIGAN

Pembawa acara meja bundar Mari Elka Pangestu, Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, menyampaikan pada meja bundar bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk meningkatkan pasar karbon.

Sam Porter, Penasihat Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur di Kedutaan Besar Australia Jakarta, yang diundang menjadi peserta diskusi pada diskusi panel tersebut, mengatakan ia antusias dengan potensi pasar karbon di Indonesia.

"Australia berkomitmen untuk mewujudkan pasar karbon dengan tata kelola yang baik, integritas pasar, dan dampak lingkungan. Kami gembira dengan potensi kolaborasi dengan Indonesia," katanya.

Sam Porter, Penasihat Kedutaan Besar Australia untuk Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur. Foto: JEFRI TARIGAN

Melalui KINETIK, Prospera – Kemitraan Australia Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi – meneliti sistem pajak kredit karbon Indonesia dan memberikan saran tentang pengembangan peta jalan pasar karbon.